WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten Wonogiri melakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan Bank Jateng Cabang Wonogiri, Rabu (2/1) di ruang Data Setda Wonogiri. Isi perjanjian kerjasama tersebut adalah pengelolan keuangan Badan Layanan Umum Daearah (BLUD) RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto serta Direktur RSUD  mewakili pemerintah daerah dalam melakukan penandatanganan kerjasama dengan Bank Jateng.

 “Terima kasih atas dukungannya kepada kami selama ini. Kerja sama ini merupakan amanah yang bertahun-tahun telah dipercayakan dari Pemkab Wonogiri,” ungkap Pimpinan Bank Jateng Cabang Wonogiri, Adi Cahyono. Bank jateng juga memberikan hibah berupa 4 unit komputer senilai Rp 20.174.000 dan 1 unit mobil ambulan senilai Rp 235.215.500 untuk Pemkab Wonogiri. Hibah ini diberikan guna kelancaran operasional chash management di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Secara simbolis, Pimpinan Cabang Bank Jateng Wonogiri, Adi Cahyono memberikan replika kunci mobil kepada Bupati yang selanjutnya diteruskan ke Direktur RSUD Wonogiri dr Setyorini. “Pendanaan ini murni dari Bank Jateng Cabang Wonogiri.” ujarnya.

 Bupati berharap bantuan tersebut bisa dipergunakan secara bertanggungjawab oleh RSUD Wonogiri.  Dikatakan, tambahan peralatan akan makin meningkatkan kualitas dan layanan RSUD sebagai badan publik. “Selama ini sering saya katakan bahwa Pemkab kita pro rakyat. Pro rakyat yang bagaimana, yakni bukan dengan jalan memberikan stimulan atau memberikan uang kepada rakyat. Tapi mengupayakan rakyat agar produktif. Kita sedang mengupayakan investasi besar yang menyerap tenaga kerja banyak. Tentunya kalau rakyat ingin produktif, kita tidak bisa mengandalkan APBD saja,” kata Bupati.

 Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, imbuh Bupati, peran perbankan sangat penting. Buapti berharap Bank Jateng bisa kian gigih membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab, jika mengandalkan dari APBD Wonogiri, jelas tidak memenuhi. 75 persen anggaran habis untuk pembiayaan yang bersifat tetap seperti belanja aparatur. Sisanya yang 25 persen baru untuk pengembalian ke masyarakat. (HUMAS –esti suci)